Posted by: dissan | September 2, 2008

Perjalanan Batam, Singapore, Johor (bagian 1)

Agak telat juga menuliskan pengalamanku traveling ke Batam, Singapore dan Johor. Perjalanan ini merupakan rangkaian acara dari RAKORNAS APTIKOM 2008 yang berlangsung dari tanggal 26-29 Agustus. Maklumlah sampai di Jogja sudah tanggal 30 Agustus. Istirahat sebentar besoknya berangkat ke Pacitan nganter anak istri untuk nengok kakak yang baru aja melahirkan sekalian berlibur awal puasa.

Perjalanan ke Batam dimulai pada hari Selasa, 26 Agustus 08. Pagi-pagi jam 05.15. WIB aku diantar adikku menuju bandara Adisutjipto, karena harus check ini 30 menit sebelum terbang ke Batam. Sampai dibandara aku ternyata sudah ditunggu oleh rekanku Pak Herry Sofyan yang ternyata berangkat lebih pagi dariku. Beruntung flight ke BATAM on time sehingga tak lama kemudian kita boarding menuju pesawat Garuda dengan no flight GA201 tujuan Jakarta. Memang harus ke jakarta dulu karena penerbangan langsung Jogja Batam tidak ada. Sayangnya aku tidak mendapat tiket Garuda tujuan Jakarta-Batam karena sebelumnya rencana keberangkatan ke Batam menggunakan pesawat Mandala. Namun 2 hari sebelum keberangkatan aku dapat sms yang memberitahukan keberangkatan pesawat Mandala mengalami keterlambatan karena alasan operasional ( alasan yang sering disampaikan oleh hampir seluruh maskapai penerbangan Indonesia :) ). Akhirnya kita putuskan untuk mengganti tiket pesawat Mandala dengan Lion agar kami sampai di Batam sebelum acara Rakornas APTIKOM dimulai.

Perjalanan Jogja Jakarta ditempuh dalam waktu 51 menit sehinga sampai di Bandara Soekarno-Hatta sekitar jam 7.15 wib. Masih ada waktu sekitar 3 jam untuk ganti penerbangan menggunakan Lion. Bingung juga mau ngapain selama 3 jam. Mau keluar bandara nanggung takut ketinggalan pesawat, nunggu didalam bandara suntuk juga bengong selama 3 jam. Beruntung juga ada rekan sejawat yang naik satu pesawat dengan kita . Beliau punya acara bertemu klien di Jakarta pukul 10. Jadilah kita mengobrol sana-sini sambil minum kopi di KFC bandara. Salah satu topik pembicaraan yang menarik adalah bagaimana membangun infrastruktur ICT dikampus kesayangan ( UPN JOgja ). Suatu model yang ditawarkan adalah model konsorsium yang menjamin pengembangan ICT yang berkesinambungan. Saat ini pembangunan ICT di kampus masih bersifat parsial, tidak tuntas, sepotong-sepotong dan tidak memiliki road map yang jelas. Saat inipun status pengembangan ICT pun masih belum jelas jadi atau tidak dilaksanakan. Yah mudah2an segera terlaksana lah……

Keasyikan ngobrol tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8.30 wib. Akhirnya kami berpisah karena aku dan temanku harus pindah terminal dari terminal F ke terminal A dimana pesawat Lion mangkal. Dengan menggunakan shutle bis kami berpindah dari terminal ke F ke terminal A yang jaraknya ternyata cukup jauh. Sampai diterminal A langsung check in dan menunggu di ruang tunggu keberangkatan. Menunggu selama 1 jam…., 30 menit…., 15 menit sampai jam saat jam keberangkatan 10.05 tercapai kok belum ada pengumuman utnuk segera boarding, wah ini pasti ada delay. Benar aja, kemudian terdengar pengumuman bahwa pesawat tertunda keberangkatannya karena alasan operasional ( alasan klasik lagi nih). Para penumpang dipersilahkan untuk mengambil sekotak makanan yang rupanya sudah disediakan sebelumnya untuk meredam kemarahan dari para penumpang. Mau tidak mau ya kita terima saja, karena tidak ada pilihan lain.

Ternyata ketidaknyamanan tidak berhenti sampai disini. Sejam kemudian diumumkan bahwa penumpang Lion diharap segera boarding ke pesawat yang ternyata pesawatnya adalah pesawat Wings (maskapai satu perusahaan dengan Lion) jenis MD82. Dan yang lebih mengejutkan lagi free sheet ( tempat duduk bebas), wah wah…..AKu dan temanku cuma geleng-geleng kepala saja dengan pikiran yang macam-macam. Maklumlah pesawat ini sudah lumayan tua dengan mesin di belakang (dekat dengan dengan ekor). Akhirnya kami masuk juga ke pesawat ( sambil deg-degan :) ) , dan dapat tempat duduk agak tengah, persis di bagian sayap. Penerbangan Wings ini memang penerbangan yang murah, setelah take off , jangankan dapat snack, permen pun tak ada. Pramugarinya keluar sambil menawarkan makanan dan minuman untuk dibeli (persis kayak di kereta api ) setelah itu mereka kebelakang dan tidur, weleh…..Benar-benar pesawat air bus. Bus yang jalan diudara. Pak Herry nyeletuk ini sih penerbangan murah tapi beaya psikologisnya yang nggak murah, stress berat hehehe.

Setelah 1 jam penerbangan pilot pesawat segera mengumumkan landing position yang berarti sebentar lagi akan mendarat di bandara Hang Nadhim Batam. Pesawat turun perlahan lahan dan akhirnya dengan mulus mendarat di bandara Hang Nadhim Batam dengan selamat……, Alhamdulillah (bersambung).


Leave a response

Your response:

Categories