Hari Ahad kemarin , kemarin saya bersama teman-teman PRPM (Pengurus Ranting Pemuda Muhammadiyah) pergi ke Jombor dengan menggunakan sepeda. Jombor adalah suatu tempat tujuan orang untuk bersantai sambil menikmati hidangan ikan bakar. Tempatnya berupa warung makan terapung pada suatu rawa-rawa, makanya terkenal dengan rawa Jombor. Letaknya di selatan Klaten, Jawa Tengah. Agak aneh juga musim kemarau begini kok airnya tidak menyusut. Dan anenhnya lagi daerah di sekitarnya merupakan daerah kering ???. Nah , Kalau diukur dari tempat tinggalku di Tamanmartani, Kalasan jaraknya tidak terlalu jauh, sekitar 17 Km.
Sebenarnya tidak ada yang istimewa untuk pergi ke suatu tempat untuk bersantai di hari libur. Tapi kemarin menjadi istimewa karena itulah pertama kali aku pergi ke suatu tempat yang cukup jauh dengan bersepeda. Apalagi sudah lama aku tidak pernah lagi naik sepeda. Dulu sih waktu SMP naik sepeda terus kalo sekolah. Cuma gara-gara harga BBM sekarang lagi selangit, yah back to basic lagi. sekarang aja kalo ke kantor sudah mulai bergantian antara naik motor sama mobil. Kalo naik mobil trus gak kuat beli bensinnya.
Setelah kurang lebih satu setengah ja menunggu teman2 ngumpul ( wah ini yang nggak bener, masak organisasi kok gak tepat waktu ), pukul 08.45 wib perjalanan menuju Jombor dimulai. Satu kilometer pertama masih nyantai-nyantai aja, sambil ngobrol dengan teman-teman rasanya mengayuh sepeda kok biasa-biasa aja. Memasuki daerah Srowot kakiku mulai terasa pegal-pegal . Begitu juga bagian pantat rasanya panas banget. Kebetulan stelan sepedaku agak kurang pas, Sadelnya kurang tinggi dan juga alat perpindahan giginya juga kurang mulus. Untungnya rasa pegal dan capek itu terslamurkan dengan ngobrol sama teman2. Sambil bercanda ngobrol ngalor ngidul akhirnya tidak terasa setelah 1 setengah jam bersepada sampailah kita di rawa Jombor. Alhamdulillah , pada aku pikir paling-paling setengah perjalanan aku sudah pindah ke mobil pick up yang mengawal perjalanan.
Sampai di rawa Jombor, bayar tiket masuk lokasi lalu nyari tempat untuk beristirahat dan makan. Nah ini jeleknya di rawa Jombor, karena saking banyaknya lokasi rumah makan, banyak sekali yang berebutan menawarkan lokasinya ke kami. Wah ini kok keliatannya kurang bagus, kurang sopan dan bisa menyebabkan pengunjung merasa kurang nyaman. Untungnya sudah ada teman yang beberapa hari sebelumya sudah survey terlebih dahulu, sehingga kami tidak kebingungan memilih tempat untuk mengisi perut yang kosong setelah 2 jam-an berada di jalan. Singkat cerita, setelah pesen makanan dan minuman, beberapa menit kemudian hidangan hadir. Setelah berdoa terlebih dahulu terjadilah balapan menghabiskan makanan , nasi dan lele bakar. Tidak lebih dari 10 menit seluruh piring telah bersih, tinggal tersisa tulang-tulang ikan lele. Ternyata makan itu terasa nikmat ketika kita benar-benar merasa lapar. Memang benar petuah nabi yang berbunyi : ” makanlah kamu ketika merasa lapar dan berhentilah sebelum kenyang”. Yang terakhir ini yang susah….hehehhe.
Tepat pukul 12 siang, kami beranjak dari rumah makan di Jombor untuk meneruskan perjalanan yaitu pulang kembali ke rumah. Sambil pulang nyari masjid terdekat untuk shalat dzuhur berjamaah. Oh ya tujuan dari acara ini adalah menggalang kekompakan pengurus PRPM Tamanmartani, dan kalo mungkin mencari simpatisan agar bisa meneruskan perjuangan dakwah melalui Pemuda Muhammadiyah. Peserta sepeda santai ini ada 20 orang, lumayanlah dan ada beberapa muka baru. Ada sedikit tausyiah/renungan yang kita lakukan di pinggir jalan menuju pulang, tempatnya cukup teduh, di bawah pohon yang rindang. Inti dari renungan ini adalah sesuatu yang kita lakukan secara bersama-sama akan terasa ringan karena kita saling membantu, sehingga beban yang terasa berat akan terasa mudah untuk dikerjakan. Aku membayangkan bahwa tidak akan mungkin untuk bersepeda sendirian ke Jombor. Jangankan ke Jombot, ke Prambanan aja sudah ngos-ngosan.
Setelah acara tausyiah dan ramah-tamah kita bubar dan mengayuh sepeda lagi menuju starting point. Tidak seperti waktu berangkat, pulang nya terasa berat banget. Mungkin karena udah capek banget. Kaki sudah terasa pegal banget . Wah ingin banget rasanya aku berhenti dan naik mobil pick up saja. Tapi dengan tekad kuat dan sedikit rasa malu ya aku kayuh sepedaku dengan sekuat tenaga. Akhirnya setelah susah payah sampai juga lagi ke starting point, Alhmadulillah……




