Posted by: dissan | February 7, 2008

Imlek

Hari ini, kamis adalah libur nasional untuk imlek keturunan tionghoa. Hari libur ini kalo tudak salah ditetapkan oleh Gus Dur sebagai haril libur saat jadi presiden ke 4. Biasanya kalo imlek pasti hujan, tapi hari ini kok tidak ya. Apa ini pertanda bahwa kehidupan ke depan akan lebih sulit. Saat ini beban hidup sudah sedemikian beratnya. Harga bahan pokok semakin melambung. Semuanya tidak naik, tapi ganti harga. Belum lagi maret ada rencana penghapusan subsidi bbm, wah sulit untuk membayangkan bagaimana kalo subsidi bbm jadi dihapus. Semoga prediksi para pakar ekonomi yang mengatakan bahwa subsidi bbm hanya dinikmati oleh kalangan menengah keatas, bukan kalangan bawah itu benar, sehingga dampak penghapusan bbm tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat bawah. Tapi apa iya ?, bagmn dengan transportasi, apa tidak terkena imbas. Katanya sih untuk kepentingan umum mash disubsidi. Yo wis positif thinking wae lah, tidak usah terlalu dipikirkan , life must go on. Tenang sajalah negara kita subur, kalo kita mau menanam apa saja pasti tumbuh , dan kita tak akan kelaparan. Memang ironis, aku tadi  sama anak istriku dan ibu, main ke  ambarukmo plaza (amplas), masya Alloh, rame banget, parkir aja susah banget. Ternyata di amplas tidak keresahan semakin beratnya beban hidup, sementara diluar sana, didesa2 miskin, ada kekurangan pangan, banjir , longsor. Ironis memang tapi itulah kehidupan……..


Leave a response

Your response:

Categories